Wakil Gubernur Jawa Timur @emildardak didampingi Bupati Jombang @abahwarsubi melakukan peninjauan langsung perbaikan ruas jalan Peterongan-Mojoagung, Minggu (22/2) sore.
Menanggapi keluhan netizen khususnya warga Kabupaten Jombang di sosial media mengenai kondisi jalan nasional diwilayah mereka yang rusak, maka Wagub Emil segera melakukan koordinasi dengan Kementerian PU guna mempercepat perbaikan jalan. Untuk diketahui, ruas jalan ini merupakan Jalan Nasional yang menjadi kewenangan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur-Bali Kementerian PU.
Setibanya di ruas jalan Peterongan, Wagub Emil menyampaikan terima kasih kepada Kementerian PU PR yang bergerak cepat melaksanakan perbaikan penambalan ruas jalan Peterongan-Mojoagung. Mengingat usia jalan tergolong cukup tua sejak 2017, Wagub Emil bersyukur bahwa tahun ini ruas jalan mendapat overlay sejauh 4 km. “Umurnya sudah 9 tahun. Ini memang sudah waktunya diremajakan lewat overlay tidak hanya penambalan,” kata Wagub Emil. “Maka kami terima kasih Bupati Jombang yang sudah koordinasi juga dengan Kementerian PU, Pak Presiden, alhamdulillah bahwa ruas ini dapat 4 km overlay tahun ini. Ini akan meningkatkan keawetan jalan,” tegasnya.
Tak hanya itu, Wagub Emil juga menyampaikan apresiasi pada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur – Bali Kementerian Pekerjaan Umum yang melakukan penambalan dan perapian permukaan jalan yang dinilai sebagai langkah cepat penanganan sebelum nantinya dilakukan overlay. “Untuk saat ini penambalan dan perapian permukaan jalan adalah langkah cepat penanganan, terlebih saat ini menjelang arus mudik lebaran supaya bisa aman untuk dilalui para pemudik,” lanjutnya.
Wagub Emil lantas menjelaskan, jalan dari Surabaya sampai Mengkereng ada sekitar 92 km, yang mana 88 persen dalam kondisi mantap atau kondisi bagus dan sedang. Sisanya, lanjutnya, dalam kondisi yang rusak ringan maupun rusak berat. “Dari sekitar 10,62 yang tidak mantap itu 4 km nya di Mojoagung sampai lingkar Jombang sana. Ini yang kemudian saya tanya kenapa disini yang rusak, ternyata curah hujan berbeda-beda meski sama-sama wilayah Jatim tapi disini curah hujannya lebih intens,” tambahnya.